Demi asa Quadruple, Manchester City harus terus konsisten sampai akhir musim di semua ajang yang mereka ikuti

Jakarta – Manchester City untuk sementara tak akan mempedulikan apapun hasil pertandingan Liverpool dan Liga Inggris. Ahir pekan ini, fokus mereka mengejar Piala FA.

Saat Liverpool berhadapan dengan Southampton dalam lanjutan Liga Inggris, Manchester City akan bertarung di ajang Piala FA. The Citizens akan menjamu Brighton & Hove Albion pada babak semifinal.

Masih empat besar, tapi dengan tidak ada lagi klub papan atas menanti di ajang ini, Man City adalah kandidat kuat juara Piala FA. Maka setiap kemenangan yang didapat adalah langkah yang makin dekat dengan gelar juara. 

Piala FA akan menjadi trofi kedua yang diraih skuat besutan Josep Guardiola, setelah pada Februari lalu memenangi Piala Liga Inggris.

Laga dengan Brighton & Hove Albion harusnya bukan jadi masalah untuk City. The Citizens tak pernah kalah dari Brighton dalam 20 tahun terakhir. Sementara dalam empat pertemuan terakhir City berhasil melesakkan sembilan gol dan hanya kemasukan tiga kali.

Sejauh ini City juga tampil superior di Piala FA. Lihat saja jumlah golnya yang telah dilesatkan oleh Aguero dkk (19 gol dari 4 pertandingan).

Tapi kemenangan susah payah yang terjadi di babak perempat final adalah alarm bahaya untuk Sergio Aguero dkk. City ketika itu ketinggalan 0-2 lebih dulu sebelum bisa membalikkan keadaan dan menang 3-2.

Piala FA adalah kompetisi pembunuh para raksasa. Dan Manchester City adalah satu-satunya raksasa tersisa di babak semi final ini. Kalau tidak hati-hati, City akan kehilangan kesempatan meraih piala kedua dan mengubur mimpi meraih quadruple.

Gara-gara Rasisme, Rose ingin pergi dari dunia Sepakbola

Jakarta (ANTARA) – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola berharap agar Danny Rose, pemain asal klub Tottenham Hotspur tidak membiarkan kemenangan bagi rasisme dengan mengikuti rencananya meninggalkan sepak bola ketika karirnya sudah selesai.

Rose, anggota tim nasional Inggris tersebut, Kamis mengatakan bahwa ia sudah tidak sabar untuk segera meninggalkan sepak bola karena sudah tidak tahan dengan perlakuan rasis di lapangan, serta frustrasi dengan respon pihak berwenang dalam menangani aksi pelecehan rasial.

Rose adalah salah satu diantara beberapa pemain Inggris yang menjadi korban teriakan penonton pada pertandingan kualifikasi Euro 2020 di Montenegro bulan lalu.

Guardiola yang akan memimpin City menghadapi Tottenham pada pertemuan pertama perempat-final Liga Champions, Selasa mendatang, mengatakan bahwa Rose harus tetap berada di dunia sepak bola dan terus berjuang melawan aksi rasisme.

“Cara terbaik untuk melawan dan membasmi situasi buruk ini adalah berjuang setiap hari dan tentu saja Rose adalah pemain yang istimewa,” kata Guardiola dalam sebuah konferensi pers, Jumat.

“Saya akan sampaikan jika bertemu di Selasa nanti,” kata Guardiola seperti yang dikutip Reuters.

Teriakan bernada rasis di Montenegro memberikan dorongan baru terhadap perdebatan apakah pihak berwenang saat pertandingan sudah cukup berbuat untuk menangani isus rasis dalam sepak bola.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin beberapa waktu lalu mengatakan bahwa wasit harus menghentikan pertandingan jika para pemain menjadi target pelecehan rasial.

Sementara itu, Raheem Sterling, rekan satu tim Rose, mendesak diberlakukannya hukuman lebih keras kepada penonton yang terbukti melakukan pelecehan rasial terhadap pemain.